PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN
BERBANTUAN
GEOGEBRA DALAM PENGGUNAAN TRIGONOMETRI UNTUK MENENTUKAN
RUMUS LUAS SEGITIGA
Yusma Ria Zulaicha
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo
E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan media pembelajaran inovatif yaitu media pembelajaran berbantuan
GeoGebra dalam penggunaan trigonometri untuk menentukan rumus luas segitiga.
Media pembelajaran ini dikembangkan dengan mengacu pada model pengembangan
ASSURE yang dikembangkan oleh Heinich, Molenda, Russell, dan Smaldino yang
memanfaatkan perangkat lunak GeoGebra sebagai sarana dalam menentukan rumus
luas segitiga dalam trigonometri. Pembelajaran disusun menggunakan model problem
based learning. Uji coba dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo di kelas
XI IPA 3 yang berjumlah 29 anak. Data diperoleh dari hasil post-test dan
respon siswa setelah proses pembelajaran selesai. Dari data tersebut diperoleh
97% siswa telah tuntas sehingga dapat dikategorikan tuntas secara klasikal.
Sedangkan dari hasil angket diperoleh bahwa 95% memberikan respos positif
sehingga media pembelajaran ini termasuk ke dalam kategori sangat positif. Dari
kedua data tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran ini efektif untuk
digunakan.
Kata kunci: model ASSURE,
trigonometri, GeoGebra, luas segitiga
PENDAHULUAN
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang
terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak ia masih bayi
sampai ke liang lahat nanti (Sardiman, 2008: 2). Usaha individu untuk belajar
merupakan pengalaman yang dibangunnya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Dengan demikian belajar dapat terjadi di rumah, di sekolah, di tempat kerja,
dan di tempat umum, serta berlangsung dengan cara apa saja, bersumber dari
apapun, dan dilakukan oleh siapa saja. Bahkan kemampuan orang untuk belajar
tersebut merupakan hal yang dapat membedakan antara manusia dengan makhluk
lainnya.
Teori kognitif Bruner
(Warsita, 2008: 71) menekankan pada perubahan pengetahuan dan pengalaman yang
tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimiliki oleh siswa sebelumnya
sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik apabila materi pelajaran
yang baru beradaptasi (berkesinambungan) dengan struktur kognitif yang dimiliki
oleh peserta didik sebelumnya. Dari permasalahan di atas, terlihat bahwa
diperlukan peran guru dalam menentukan strategi yang tepat dalam menyampaikan
materi pelajaran. Dengan demikian siswa akan merasa senang sehingga
membangkitkan motivasi siswa, keaktifan serta keterampilan proses siswa dalam
mengikuti pelajaran.
Dalam usaha untuk menyampaikan materi pelajaran
agar siswa termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran, guru dapat
menggunakan media yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran sebagai
strategi pembelajaran. Media yang mendukung kegiatan belajar dapat memotivasi
siswa dalam memahami materi. Dengan adanya media yang mendukung kegiatan
belajar mengajar, guru juga dapat membangkitkan keaktifan siswa dalam
pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran pun tercapai.
Siswa pada era ini merupakan pengguna aktif
komputer. Penggunaan komputer oleh siswa tersebut diharapkan tidak selalu
memberikan dampak buruk terhadap siswa. Komputer, selain digunakan untuk alat
berkomunikasi dan bermain, dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi
siswa. Banyak sekali aplikasi bermanfaat dalam dunia pendidikan khususnya
matematika yang dapat dipasang pada komputer, seperti GeoGebra.
GeoGebra
merupakan software yang memberikan kemudahan penggambaran geometri
dengan sistem aljabar (Hohenwarter J. dan Hohenwarter M., 2008). Software GeoGebra mampu mendemonstrasikan dan memvisualisasikan konsep-konsep
matematika serta dapat berguna sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi
konsep-konsep matematika (Mahmudi, 2010; Fazar, 2015; Ghozi, 2015).
Penggabungan dengan beberapa fitur penting membuat GeoGebra sangat dinamis dan
mudah untuk diaplikasikan dalam pembelajaran matematika mulai dari tingkat
dasar sampai perguruan tinggi (Hohenwarter, 2008). Pembelajaran dengan
menggunakan GeoGebra membawa efek positif bagi pengetahuan dan pemahaman siswa
(Diković, 2009).
[/pl_text]
[pl_image pagelayer-id=”ynerVtOsNw5ynPwP” id=”189″ id-size=”full” align=”center” img_hover=”normal” img_hover_delay=”400″ caption_color=”#000000ff” caption=”Gambar 1. Tampilan Awal Geogebra” caption_typo=”,12,,,,,Solid,,,,”]
[/pl_image]
[pl_text pagelayer-id=”FM56pLiS1bhIDYMY” ]
Salah satu
kompetensi dasar (KD) yang harus tercapai di kelas X semester genap adalah
menjelaskan rasio trigonometri (sinus, cosinus, tangen, cosecan, secan, dan
cotangen) pada segitiga siku-siku. Terdapat indikator dalam pencapaian KD
tersebut yaitu penggunaan trigonometri dalam menentukan rumus luas segitiga.
Seringkali guru hanya meminta siswa untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan terkait rumus luas segitiga menggunakan trigonometri
tersebut tanpa memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai rumus tersebut
terutama secara visual. Hal tersebut akan mengurangi motivasi siswa dalam
memahami penggunaan rumus tersebut.
dengan menggunakan konsep perbandingan trigonometri. Berikut langkah-langkahnya.
berikut:
Menentukan alas
segitiga tersebut, misal c. Membuat
ruas garis yang merupakan tinggi (t) dari segitiga ABC dengan
alas c.
[/pl_text] [pl_image pagelayer-id=”4BYPw9nkZcJIpUM9″ id=”194″ id-size=”thumbnail” align=”center” img_hover=”normal” img_hover_delay=”400″ caption_color=”#000000ff” caption=”Gambar 3. Segitiga ABC dengan tinggi” caption_typo=”,12,,,,,Solid,,,,”] [/pl_image] [pl_text pagelayer-id=”SGhVEG7lJ6NhmuNa” ]
Tinggi segitiga ABC
dapat dinyatakan dengan
Mensubstitusikan t ke dalam rumus luas
segitiga
[/pl_text] [pl_text pagelayer-id=”swyLQPwuEVAN87PF” ]
Dengan cara yang sama untuk alas sisi a dan b, maka diperoleh rumus luas
segitiga berikut.
[/pl_text] [/pl_col] [/pl_row] [pl_row pagelayer-id=”4t1o4ZvOT9v8KQYr” stretch=”auto” col_gap=”10″ width_content=”auto” row_height=”default” overlay_hover_delay=”400″ row_shape_top_color=”#227bc3″ row_shape_top_width=”100″ row_shape_top_height=”100″ row_shape_bottom_color=”#e44993″ row_shape_bottom_width=”100″ row_shape_bottom_height=”100″] [pl_col pagelayer-id=”EVTlLqZwzZGnvs8D” overlay_hover_delay=”400″] [pl_text pagelayer-id=”qEC4LWW8ttpMI5uH” ]
Di lain sisi, rumus
segitiga tersebut dapat diperoleh dengan melakukan pembuktian dengan
menggunakan aplikasi GeoGebra. Dengan aplikasi tersebut diharapkan siswa dapat
melihat visualisasi bahwa rumus tersebut berlaku untuk semua jenis segitiga
berdasarkan sudut. Selain itu, proses pembelajaran menggunakan GeoGebra
diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai rumus luas segitiga
menggunakan trigonometri.
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan media pembelajaran berbantuan
GeoGebra dalam penggunaan trigonometri untuk menentukan rumus luas segitiga.
Media ini diharapkan dapat membantu guru untuk menanamkan konsep pada peserta
didik.
METODE PENELITIAN
merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang
mengacu pada model pengembangan ASSURE. ASSURE merupakan akronim dari Analyze
learners; State objectives; Select methods, media, materials;
Utilize methods, media, materials; Require learner participation;
Evaluate and revise. ASSURE merupakan model pengembangan yang
dikembangkan oleh Heinich, Molenda, Russell, dan
Smaldino (1999).
Subjek uji coba
pada penelitian ini adalah siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo kelas XI IPA 3
tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 29 siswa. Kelas yang dipilih terdiri dari
siswa yang heterogen berdasarkan kemampuan. Penelitian dilakukan di SMA
Muhammadiyah 1 Ponorogo pada tanggal 19 Agustus 2019.
yang digunakan adalah post-test yang diberikan di akhir proses
pembelajaran. Tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan
ketuntasan peserta didik terhadap pembelajaran yang telah dilakukan menggunakan
media pembelajaran berbantuan GeoGebra. Instrumen kedua yang digunakan adalah
angket untuk melihat respon peserta didik terhadap proses pembelajaran
menggunakan media pembelajaran berbantuan GeoGebra. Kedua instrumen tersebut
yang menentukan media pembelajaran yang dikembangkan termasuk kategori efektif.
Ketuntasan klasikal ditentukan dengan kriteria
sebagai berikut: jika lebih dari atau sama dengan 75% dari banyaknya peserta didik keseluruhan telah
dinyatakan tuntas, maka dikategorikan telah tuntas secara klasikal. Jika kurang
dari 75% dari banyaknya peserta didik keseluruhan yang
dinyatakan tuntas, maka dikategorikan tidak tuntas secara klasikal.
[/pl_text] [pl_text pagelayer-id=”jt2PDizL54tIu7cT” ]
HASIL DAN PEMBAHASAN
dideskripsikan proses dan hasil dari pengembangan media pembelajaran berbantuan
GeoGebra pada materi penggunaan trigonometri dalam menentukan rumus luas
segitiga.
1.
Analyze
learners
(Analisis pebelajar)
Pada
langkah ini pebelajar atau peserta didik telah dianalisis dengan hasil sebagai
berikut.
a.
karakteristik
umum peserta didik
Siswa uji
coba adalah siswa yang belum pernah melakukan pembelajaran dengan menggunakan
GeoGebra dan belum pernah mendapatkan rumus luas segitiga menggunakan
trigonometri.
b.
tingkatan
kemampuan peserta didik (kemampuan dasar)
Kemampuan
siswa uji coba adalah heterogen. Setiap peserta didik pernah mengoperasikan
komputer sebelumnya.
c.
gaya
belajar peserta didik.
Peserta
didik lebih menyukai pembelajaran yang dilakukan menggunakan gadget
misal smartphone atau dengan komputer. Karena tidak semua siswa mempunya
smartphone dengan performa yang baik untuk menjalankan program google form
(digunakan untuk panduan pembelajaran GeoGebra, post-test dan angket)
dan aplikasi GeoGebra, maka peneliti memilih komputer sebagai fasilitas untuk
melakukan pembelajaran.
2.
State
objectives (Menentukan
tujuan pembelajaran)
Langkah
kedua model ini adalah dengan menentukan:
a.
tujuan
pembelajaran.
Berdasarkan
kompetensi dasar (KD) 3.10 Menjelaskan aturan sinus dan kosinus, maka
dirumuskan tujuan pembelajaran berikut;
1)
menentukan
rumus luas segitiga menggunakan trigonometri
2)
menyebutkan
rumus luas segitiga dari suatu segitiga yang diketahui
3)
Menentukan
luas segitiga dengan menggunakan aturan sinus
b.
hasil
atau kemampuan baru yang diharapkan oleh peneliti setelah pembelajaran
dilakukan adalah nilai post-test siswa termasuk kategori tuntas secara klasikal
yaitu jika lebih dari atau sama dengan 75% dari banyaknya peserta
didik keseluruhan telah dinyatakan tuntas (mempunyai skor >=75)
3.
Select
methods, media, materials
(Memilih metode, media, dan materi)
Dari data
yang diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya, ditentukan:
a.
Metode
atau model pembelajaran problem based learning
b.
media
pembelajaran menggunakan bantuan GeoGebra
c.
Peralatan
yang digunakan adalah komputer-komputer di ruang multimedia SMA Muhammadiyah 1
Ponorogo, jaringan internet dan proyektor.
4.
Utilize
methods media, materials (Menggunakan
strategi, media pembelajaran dan materi)
Pada langkah ini peneliti membagikan pretest, RPP dan LKS yang dibuat pada google form. LKS dapat
diakses pada link berikut.
5.
Require
learner participation (Melibatkan
peserta didik dalam pembelajaran secara aktif)
Pada
langkah ini peneliti menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode, media
pembelajaran, dan materi yang telah dipersiapkan pada langkah sebelumnya dengan
melibatkan peserta didik secara aktif. Setiap siswa menggunakan 1 unit komputer
sehingga dapat membuat semua siswa terlibat aktif dalam proses
pembelajaran.
6.
Evaluate and revise (Melakukan evaluasi dan revisi)
Pada
langkah ini dilakukan post-test untuk melihat
ketercapaian pemahaman peserta didik mengenai rumus luas segitiga menggunakan
trigonometri. Selain itu, respon siswa juga disimpulkan dari angket yang
diberikan setelah proses pembelajaran berakhir. Angket dapat diakses pada link berikut.
a.
Respon
siswa
Dari hasil analisis terhadap
angket respon siswa diperoleh bahwa respon siswa terhadap media pembelajaran
ini sangat positif yaitu sebesar 95%.
Hasil
Belajar Siswa
Sebanyak 25 siswa
mendapatkan skor 100, 3 siswa mendapatkan skor 80, dan 1 siswa mendapatkan skor
40. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 97% siswa telah memenuhi KKM dan
dinyatakan memenuhi kategori tuntas secara klasikal.
SIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian pengembangan dan analisis data, dapat disimpulakn bahwa:
1.
Media
pembelajaran berbantuan GeoGebra dengan menggunakan trigonometri untuk
menentukan rumus luas segitiga yang mengacu pada model pengembangan ASSURE
dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo.
2.
Dari
hasil nilai post-test, sebanyak 97% siswa telah tuntas atau hanya terdapat 1
siswa dari 29 siswa yang nilainya tidak tuntas. Nilai persentase tersebut dapat
dikategorikan bahwa siswa telah tuntas secara klasikal.
3.
95%
siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran menggunakan media
pembelajaran berbantuan GeoGebra. Besar persentase tersebut masuk ke dalam
kategori sangat positif.
4.
Ketuntasan
secara klasikal yang telah dicapai dan respon siswa yang sangat positif dapat
dinyatakan bahwa media pembelajaran berbantuan GeoGebra dalam penggunaan
trigonometri untuk menentukan rumus luas segitiga merupakan media pembelajaran
yang efektif.
SARAN
1.
Hasil
penelitian ini mengacu pada kemampuan siswa-siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo.
Penerapan media serupa dapat memberikan hasil yang berbeda jika diterapkan di
sekolah lain.
2.
Untuk
penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan GeoGebra sebagai alat untuk
menanamkan konsep Matematika pada siswa.
DAFTAR
PUSTAKA
Diković, L. 2009.Applications
GeoGebra into Teaching Some Topics of Mathematics at the College Level.
Serbia. ComSIS Vol. 6, No. 2, December 2009.
Fazar, I. 2015. Pemanfaatan
Aplikasi GeoGebra dalam Kegiatan Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah
Atas. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SNAPTIKA)
2015, Palembang 16 Mei 2015.
Ghozi, S. 2015. Penggunaan
Aplikasi GeoGebra dalam Pembelajaran dan Penyelesaian Persoalan Statistik.
IRWNS 2015: ISBN 978-979-3541-50-1.
Hohenwarter, J & Hohenwarter,
M. 2008. Introduction to GeoGebra. International GeoGebra Institute, [email protected].
Hohenwarter, M. 2008.Teaching
and Learning Calculus with Free Dynamic Mathematics Software GeoGebra.
USA. Florida Atlantic University. Research and development in the teaching
and learning of calculus ICME 11, Monterrey, Mexico 2008.
Mahmudi, A. 2010. Membelajarkan
Geometri dengan Program GeoGebra. Seminar Nasional Matematika dan
Pendidikan Matematika Yogyakarta, 27 november 2010.
Sardiman, A.M. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rajawali press.
Warsita,
Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran.
Jakarta: Rineka Cipta
[/pl_text] [pl_fb_btn pagelayer-id=”V0HKihH3OofDcPqN” link_type=”current” layout=”standard” btn_action=”Like” btn_size=”small” fb-app-id=”facebook.com/yusma.ria.zulaicha” share_btn=”true”] [/pl_fb_btn] [pl_post_comment pagelayer-id=”B98prnlnezUP3tRb” comment_skin=”theme_comment” post_type=”current”] [/pl_post_comment] [/pl_col] [/pl_row]


Recent Comments